Lustrum ke-3 Informatika

July 1st, 2009
Comments Off
Lega rasanya… kegiatan demi kegiatan telah berlalu.. hampir gak bisa bernafas rasanya. Sejak bulan Januari sampe Juni kemaren, saya beserta teman-teman dosen Informatika mengadakan kegiatan dalam rangka Lustrum ke-3 Informatika UII.. eh.. ternyata ada yang belum tau arti Lustrum loh… Hayoo… googling gih.. Kegiatan yang betul-betul saya yang menangani sendiri adalah lomba cerdas-cermat IT dan [...]

ami fauzijah peduli pendidikan

Si Tangan Kotor

June 25th, 2009
Comments Off
Aneh! Ketika saya menemukan orang yang tidak mau melakukan apa yang menjadi tanggungjawabnya. Kok bisa ya? Ketika saya melihat orang yang meneruskan tanggungjawab yang seharusnya dia lakukan kepada orang lain, sedang dia sendiri tidak melakukan sesuatu yang lebih penting, tetapi hanya karena tidak mau tangannya kotor. Ya, kotor dalam arti literal, sebenarnya. Berkeringat, berdebu, kucel, [...]

Fathul Wahid Uneg-uneg

Laughing Kookaburra

June 12th, 2009
Comments Off

It’s really nice, in winter, they get closer and closer to you. I rarely see Kookaburra went down on the top of soil to grab some food, as usually they have their meal up on the tree. But in this winter, they tend to get the food on the ground.

Andri Setiawan Nature

Wheel of Brisbane

June 12th, 2009
Comments Off

 

Located at South Bank, Brisbane, it’s one of the destination here for tourism.

Andri Setiawan Building

Kehalalan bahan roti

June 9th, 2009
Comments Off
span(diambil dari a href="http://dunia.pelajar-islam.or.id/dunia.pii/209/kehalalan-bahan-roti.html" target="_blank"http://dunia.pelajar-islam.or.wbrid/dunia.pii/209/kehalalan-wbrbahan-roti.html/a)br /br //span a href="http://3.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Sea-VD_GrtI/AAAAAAAAAkU/dHkxZIau_oE/s1600-h/french-bakery-breads-and-pastries.jpg" target="_blank"img src="http://3.bp.blogspot.com/_1RhLuLJxCWc/Sea-VD_GrtI/AAAAAAAAAkU/dHkxZIau_oE/s320/french-bakery-breads-and-pastries.jpg" border="0" //abr /Produk bakery adalah produk makanan yang bahan utamanya adalah tepung (kebanyakan tepung terigu) dan dalam pengolahannya melibatkan proses pemanggangan. Kue sendiri ada yang dibuat melalui proses pemanggangan, ada yang tidak. Produk bakery contohnya adalah roti, biskuit, pie, pastry, dll. Dalam kehidupan sehari-hari produk bakery dan kue banyak sekali kita temui dan konsumsi. Sebagian produk ini dikemas dan informasi mengenai daftar ingredien yang digunakan dalam pembuatannya dicantumkan dalam kemasan, selain itu status kehalalannya juga bisa kita baca di kemasan yaitu adanya label atau logo halal pada produk produk yang sudah memiliki nomor pendaftaran MD (produk dalam negeri) atau ML (produk luar negeri).br /br /Adanya label halal tentu akan memudahkan kita untuk memilih mana produk yang telah dijamin kehalalannya oleh yang berwenang. Akan tetapi, banyak juga produk bakery dan kue yang tidak dikemas sehingga informasi mengenai status kehalalan dan ingredien yang digunakannya tidak diketahui. Oleh karena itu sangatlah penting bagi kita untuk mengetahui bahan bahan apa saja yang biasa digunakan dalam pembuatan kedua produk tersebut, lalu bagaimana status kehalalannya. Pengetahuan ini akan kita gunakan untuk menilai produk produk bakery dan kue yang akan kita produksi atau konsumsi, jangan sampai kita memrpoduksi atau mengkonsumsi produk yang kehalalannya diragukan atau bahkan haram.br /br /Berikut ini akan dikemukakan berbagai jenis ingredien (bahan) utama yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kue lalu diulas jenis jenis variasi yang mungkin digunakan, asal usul bahan, cara pembuatan (jika diperlukan) serta status kehalalan bahan bahan tersebut. Perlu diketahui bahwa variasi jenis bahan sangat besar sekali dan segala kemungkinan akan selalu ada, oleh karena itu sekali lagi hal ini mengingatkan kepada kita agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan pembuat produk bakery dan kue agar produk yang kita hasilkan benar-benar halal. Selain itu, tentu saja kita harus memilih produk yang kita yakini kehalalannya, baik berdasarkan kepada adanya jaminan kehalalan yang diberikan oleh badan yang berwenang juga didasarkan atas pengetahuan kita. Jika kita berada pada suatu posisi ragu-ragu dalam memilih atau mengkonsumsi suatu produk maka kita diharuskan meninggalkan produk yang kita ragukan tersebut.br /br /Tepung Terigubr /Tepung terigu adalah bahan utama dalam pembuatan produk bakery dan kue, sedangkan jenis tepung lainnya yang digunakan baik sebagai bahan utama atau sebagai bahan pensubstitusi adalah tepung rye, tepung beras, tepung jagung, dll. Tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling dan diayak sehingga diperoleh tepung dengan besar partikel tertentu.br /Secara garis besar ada dua jenis tepung gandum yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Tepung gandum keras biasanya digunakan untuk membuat roti dan produk-produk yang dibuat dengan melibatkan proses fermentasi serta puff pastry. Tepung terigu lunak biasanya digunakan untuk membuat biskuit dan kue. Perbedaan utama tepung terigu keras dan tepung terigu lunak terletak pada kandungan glutennnya, dimana tepung terigu keras mengandung gluten sekitar 13% sedangkan tepung terigu lunak kandungan glutennya sekitar 8.3%. Gluten inilah yang bertanggungjawab terhadap sifat pengembangan adonan tepung terigu setelah ditambah air dan ditambah bahan pengembang atau difermentasi dengan menggunakan ragi/yeast (gist).br /br /Pada pembuatan tepung gandum seringkali ditambahkan bahan-bahan aditif yang berfungsi untuk meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang dihasilkan. Salah satu bahan aditif yang dapat ditambahkan pada pembuatan tepung gandum yaitu L-sistein (biasanya dalam bentuk hidrokloridanya) yang berfungsi sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). Sistein dapat melembutkan gluten (protein utama gandum yang berperan dalam pengembangan adonan yang dibuat dari tepung gandum), dengan demikian adonan tepung gandum menjadi lebih lembut. Disamping melembutkan, adanya sistein dapat mengakibatkan pengembangan adonan yang lebih besar.br /br /Selain L-sistein ternyata cukup banyak bahan aditif lain yang mungkin digunakan dalam pengolahan tepung terigu. Penambahan aditif ini disamping untuk memperbaiki sifat-sifat alami tepung terigu, khususnya sifat-sifat tepung yang sesuai dengan proses pemanggangan (misalnya memendekkan waktu penanganan dengan input energi rendah), juga untuk menjaga keseragaman mutu tepung terigu serta sesuai dengan standar yang berlaku. Penambahan asam askorbat, bromat alkali atau enzim lipoksigenase dari kedele akan meningkatkan kualitas gluten tepung gandum yang lemah, misalnya pada pembuatan roti.br /br /Dalam hal ini, adonan menjadi lebih kering, resistensi terhadap ekstensi meningkat, lebih toleran pada pencampuran dan lebih stabil selama fermentasi. Selain itu, volume adonan selama pemanggangan meningkat dan struktur crumb (bagian dalam roti) menjadi lebih baik. Penambahan enzim proteinase pada tepung terigu dapat mengakibatkan adonan yang dibuat menjadi lebih lembut. Penambahan enzim alfa-amilase dalam bentuk tepung malt atau tepung enzim hasil kerja mikroorganisme dapat meningkatkan kemampuan menghidrolisa pati yang dikandung dalam tepung terigu, dengan demikian khamir yang tumbuh pada pembuatan adonan mendapat energi yang cukup sehingga pembentukan karbon dioksida optimal dan pengembangan adonan menjadi optimal.br /L-sistein yang murah yang banyak tersedia di pasaran adalah L-sistein yang dibuat dari rambut manusia, khususnya yang diproduksi di Cina.br /br /Tentu saja karena berasal dari bagian tubuh manusia maka L-sistein ini haram sehingga tepung terigu yang menggunakan L-sistein dari rambut manusia haram hukumnya bagi umat Islam. Walaupun demikian perlu diketahui bahwa L-sistein selain dari rambut manusia, bisa juga diperoleh dari bulu unggas. Seperti diketahui rambut dan bulu banyak mengandung L-sistein. L-sistein dari bulu unggas pun masih dipertanyakan kehalalannya karena bila diperoleh pada waktu hewan masih hidup maka bsa jadi tidak diperbolehkan, jika diperoleh dari hewan yang sudah mati, mungkin masih dipertanyakan apakah matinya disembelih secara Islami? Untungnya sekarang sudah ada L-sistein yang diproduksi secara fermentasi dan boleh digunakan, hanya saja harganya memang lebih mahal. Jadi, sebetulnya tepung terigu yang ada di pasaran belum tentu haram walaupun menggunakan L-sistein, tergantung darimana L-sistein berasal. Untungnya hampir semua tepung terigu yang diproduksi didalam negeri telah mendapatkan sertifikat halal, hal ini tentunya sangat menguntungkan konsumen. Akan tetapi, kita masih perlu waspada terhadap tepung terigu impor yang masih belum mendapatkan sertifikat halal, jika ditemui tepung terigu yang belum terjamin kehalalannya (tidak ada logo halal di kemasannya) tentu harus kita hindari.br /br /Disamping bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu untuk maksud memperbaiki sifat tepung terigu, ada pula bahan aditif yang ditambahkan kedalam tepung terigu dengan maksud untuk memperkaya nilai gizinya. Bahan aditif yang biasa ditambahkan untuk memperkaya nilai gizi tepung terigu yaitu mineral dan vitamin. Dari segi kehalalan, yang patut diperhatikan adalah penambahan vitamin vitamin yang tidak larut dalam lemak dan mudah rusak selama penyimpanan diantaranya vitamin A. Agar vitamin A mudah larut dalam produk pangan berair (aqueous) dan agar tidak mudah rusak selama penyimpanan maka vitamin A biasanya disalut. Bahan penyalut yang digunakan selain bahan yang halal seperti berbagai jenis gum juga bahan yang diragukan kehalalannya yaitu gelatin.br /br /Ragi/Yeast (Gist)br /Dalam pembuatan roti, ragi/yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Ragi/yeast biasanya ditambahkan setelah tepung terigu ditambah air lalu diaduk-aduk merata, setelah itu selanjutnya adonan dibiarkan beberapa waktu. Ragi/yeast sendiri sebetulnya mikroorganisme, suatu mahluk hidup berukuran kecil, biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam pembuatan roti ini. Pada kondisi air yang cukup dan adanya makanan bagi ragi/yeast, khususnya gula, maka yeast akan tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida dan senyawa beraroma. Gas karbondioksida yang terbentuk kemudian ditahan oleh adonan sehingga adonan menjadi mengembang.br /br /Secara komersial ragi/yeast dapat diperoleh dalam 3 bentuk, yaitu compressed yeast (bentuk cair dengan kandungan yeast yang padat); active dry yeast (ragi bentuk kering, perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan) dan instant active dry yeast (ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi). Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.br /br /Apapun bentuk ragi/yeast yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi, atau juga bahan yang berasal dari media (bahan makanan yeast yang diperlukan pada waktu perbanyakan yeast) yang tersisa, atau bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya selama penyimpanan seperti tidak menggumpal, bisa juga mengandung bahan pengisi.br /br /Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) dimana status kehalalannya adalah syubhat seperti telah banyak dibahas pada tulisan tulisan sebelumnya. Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan yaitu bahan anti gumpal (anticaking agent) dimana diantara bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai anti gumpal ada yang status kehalalannya syubhat yaitu E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.br /Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya, oleh karena itu pilihlah ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya mengingat ragi instan pun bisa tidak halal seperti telah diuraikan diatas.br /br /Bahan Pengembangbr /Bahan pengembang adalah bahan tambahan pangan yang digunakan dalam pembuatan roti dan kueh yang berfungsi untuk mengembangkan adonan supaya adonan menggelembung, bertambah volumenya, demikian juga pada saat adonan dipanggang dapat lebih mengembang. Jika bahan pengembang dicampurkan kedalam adonan maka akan terbentuk gas karbon dioksida, gas inilah yang kemudian terperangkap didalam gluten (komponen protein yang ada dalam tepung terigu) sehingga adonan menjadi mengembang karena gas yang dihasilkan semakin lama akan semakin banyak. Bahan yang biasa digunakan yang pertama disebut sebagai baking soda, yang disebut pula dengan nama soda kue, yang isi sebetulnya adalah bahan kimia yang bernama sodium bikarbonat. Bahan ini dibuat secara sintesis kimia dan tidak ada masalah dari segi kehalalannya.br /Bahan pengembang jenis kedua yaitu apa yang disebut sebagai baking powder yang merupakan campuran antara sodium karbonat (baking soda) dengan asam pengembang (leavening acid). Yang bisa bertindak sebagai asam pengembang adalah umumnya garam fosfat, sodium aluminium fosfat, glukono delta lakton dan cream of tartar. Dari semua bahan-bahan ini yang tidak boleh digunakan adalah cream of tartar. Cream of tartar sebetulnya adalah garam potasium dari asam tartarat yang diperoleh sebagai hasil samping (hasil ikutan) industri wine (sejenis minuman keras), itu sebabnya mengapa bahan ini tidak boleh digunakan oleh umat Islam. Sayangnya, cream of tartar ini banyak digunakan dalam pembuatan kue, banyak tercantum di resep-resep pembuatan kue, bahkan ada dijual dalam bentuk murni cream of tartar. Oleh karena itu, hindarilah penggunaan cream of tartar, gantilah dengan jenis bahan pengembang yang lain jika dalam resep harus menggunakan cream of tartar karena bahan pengembang lain akan berfungsi sama tetapi halal.br /Istilah lain dari bahan pengembang adalah bread improver atau cake improver. Di pasaran sudah ada bread improver dan cake imrpover yang sudah mendapatkan sertifikat halal seperti dapat dilihat di daftar produk halal yang ada di Jurnal Halal terbitan LPPOM MUI atau dapat pula ditemukan di a href="http://www.indohalal.com/" target="_blank"www.indohalal.com/a.br /br /Cake Emulsifierbr /Cake emulsifier adalah suatu bahan yang digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dll. Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya. Disamping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat, sayangnya tidak jelas jenis lemak apa yang digunakan sehingga menambah kekhawatiran dari segi kehalalannya karena lemak yang memadat pada suhu ruang biasanya adalah lemak hewani disamping lemak nabati yang dibuat dengan cara proses hidrogenisasi minyak nabati. Oleh karena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan cake emulsifier tapi disebut bakery ingredient dan dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.br /Disamping bahan-bahan diatas, ada bahan lain yang sebetulnya masuk kedalam kategori bread improver tapi oleh ibu-ibu digunakan sebagai pelembut cake, bahan tersebut adalah VX.br /br /Dough Conditionerbr /Dough conditioner merupakan bahan yang berguna multifungsi, bisa melembutkan adonan, mengembangkan adonan, memperpanjang umur, dll. Itulah sebabnya dough conditioner berisi campuran berbagai jenis bahan diantaranya yaitu L-sistein, tepung kedele, asam askorbat, lemak, gula, pengawet, emulsifier dan gipsum. Karena mengandung L-sistein (dibahas pada edisi Ummi sebelumnya), lemak dan emulsifier maka status dough conditioner adalah syubhat.br /br /Shorteningbr /br /Arti sesungguhnya dari shortening adalah lemak atau campuran yang memiliki sifat plastisitas tertentu sehingga mampu membuat makanan seperti roti dan kueh menjadi lembut. Untuk tujuan tersebut maka shortening biasanya merupakan campuran lemak dimana bisa terdiri dari lemak nabati semua (biasanya yang sudah dijenuhkan), campuran lemak nabati dengan lemak hewani atau lemak ikan; bisa pula merupakan campuran lemak hewani (lemak babi, lemak sapi) saja. Oleh karena itu jelas secara umum shortening berstatus syubhat, kecuali yang sudah diketahui komposisinya dan telah dinyatakan halal oleh yang berwenang. Disamping itu, shortening yang mengandung lemak babi jelas haram. Untungnya, di Indonesia sudah banyak shortening yang diproduksi didalam negeri dan sudah mendapatkan sertifikat halal. Di dunia bakery dan kueh, istilah shortening memiliki arti lemak, minyak dan berbagai versi olahan minyak dan lemak yang digunakan sebagai ingredien dalambr /pembuatan adonan.br /br /Shortening bisa mengandung bahan selain lemak dan minyak, bahan tersebut adalah perisa (flavourings), pewarna dan emulsifier. Bahan yang sama jika digunakan sebagai whipped toppings, buttercream icings, fatty coatings atau sejenisnya tidak akan disebut sebagai shortening. Fungsi shortening pada pembuatan roti dan kueh adalah memodifikasi sifat fisik dan kimia adonan sehingga bisa diolah dengan efisien. Dengan adanya shortening selama pembuatan adonan dan pemanggangan, adonan menjadi lebih bisa mengembang; shortening juga mampu melembutkan adonan sehingga roti dan kueh yang dibuat menjadi lembut. Dalam beberapa hal, adanya lemak membuat produk menjadi lebih enak dimakan karena memiliki rasa dan aroma yang khas dan enak.br /br /Perlu diketahui bahwa perbedaan istilah lemak dan minyak terletak pada kondisi bahan pada suhu ruang, jika berbentuk padat pada suhu ruang maka disebut lemak, sebaliknya minyak pada suhu ruang berbentuk cair. Oleh karena itu yang berasal dari hewan biasanya disebut lemak (lemak babi, lemak sapi, lemak kambing, dll) karena bentuknya padat pada suhu ruang, sedangkan dari nabati (tanaman) dan ikan biasanya disebut minyak karena kebanyakan bentuknya cair pada suhu ruang.br /br /Jenis-jenis lemak yang berasal dari hewan yaitu yang pertama adalah mentega (butter), diperoleh dari susu sapi dan status kehalalannya sudah dibahas pada edisi Ummi sebelumnya dimana telah dijelaskan ada jenis mentega yang halal, ada pula jenis mentega yang diragukan kehalalannya, diantaranya adalah mentega yang berbau wangi tajam seperti roombutter. Yang kedua adalah lemak babi, dalam bahasa Inggris disebut lard, diperoleh dari babi, statusnya jelas haram. Yang ketiga adalah lemak sapi, dalam bahasa Inggris disebut tallow, statusnya syubhat bergantung kepada asal sapi dimana lemak ini diperoleh. Jika sapinya disembelih secara Islami maka lemak yang diperoleh dari sapi tersebut halal dan sebaliknya.br /br /Lemak nabati diperoleh dari minyak nabati yang dijenuhkan, maksudnya sebagian asam lemaknya yang tadinya tidak jenuh (mengandung ikatan rangkap) dibuat menjadi jenuh dengan menggunakan proses yang disebut hidrogenisasi. Dari segi kehalalan, yang berasal dari nabati ini tidak bermasalah, kecuali ada bahan tambahan pangan yang digunakan seperti emulsifier dan pewarna. Oleh karena itu, tetap saja pilih lemak nabati yang sudah mendapatkan sertifikat halal, jika tidak kehalalannya tidak terjamin.br /br /Lemak yang digunakan dalam pembuatan bakery dan kueh ada yang diistilahkan secara spesifik sesuai dengan tujuan penggunaannya, contohnya adalah cake margarine, ini adalah margarin yang digunakan untuk pembuatan cake walaupun dapat digunakan pula untuk pembuatan roti misalnya. Ada pula yang disebut dengan pastry margarine, ini adalah margarin yang digunakan dalam pembuatan produk pastry. Ada pula yang membagi pastry margarine menjadi dua jenis yaitu yang disebut short pastry margarine dan puff pastry margarine. Berbagai jenis lemak dapat digunakan dalam pembuatan short pastry margarine termasuk lemak babi (lard), lemak sapi (diambil oleinnya saja), minyak ikan yang dijenuhkan dan minyak nabati yang dijenuhkan. Ada pula literatur yang menyebutkan bahwa dalam pembuatan pastry margarine sering digunakan lemak babi (lard), tentu saja hal ini terjadi di negara Barat sana karena sumber literaturnya daribr /Barat. Apapun istilahnya, lemak yang digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh rawan kehalalannya, dengan demikian kita harus ekstra hati-hati dalam memilih lemak untuk pembuatan produk seperti ini. Alhamdulilah di Indonesia sudah banyak jenis jenis shortening untuk berbagai keperluan pembuatan berbagai produk bakery dan kueh yang sudah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak sulit untuk membuat produk yang halal asalkan kita mau mencari dan menseleksinya.br /br /Setelah mengetahui bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan produk bakery dan kueh nyatalah kedua jenis produk ini rawan kehalalannya, oleh karena itu kita harus ekstra hati-hati dalam membeli kedua produk ini, harus yang sudah mendapatkan sertifikat halal atau berasal dari produsen yang kita percaya memproduksi makanan yang halal. Hindarilah produk bakery dan kueh impor yang tidak dijamin kehalalannya. Disamping itu, kita juga harus hati-hati memilih produk bakery dan kueh hasil industri dalam negeri karena ditengarai banyak menggunakan bahan-bahan yang belum jelas kehalalannya, bahan-bahan tersebut diantaranya adalah ovalet, TBM, SP, roombutter, dll, disamping jenis shortening atau lemak yang digunakan. Yang paling aman adalah lagi-lagi memilih produk yang sudah mendapatkan sertifikat halal dari badan yang berwenang di Indonesia (MUI).br /br /Dr. Ir. Anton Apriyantonodiv class="blogger-post-footer"img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2984745473843998572-8164554256654932559?l=arwankhoiruddin.blogspot.com'//div

Arwan Ahmad Khoiruddin Islam, dakwah, halal

Download Film Ketika Cinta Bertasbih ?

June 7th, 2009
Comments Off
Penantian panjang penggemar film Indonesia untuk segera menyaksikan versi movie dari Novel Karya Habiburahman : Ketika Cinta Bertasbih, kelihatannya akan segera berakhir. Dalam release resminya, film KCB akan diputar serentak di Indonesia pada tanggal 11 Juni 2009. Dulu saya pernah posting tentang audisi calon pemeran film KCB ini, setelah itu blas saya tidak pernah melirik [...]

prayudi Uncategorized

Usaha Dakwah dan JK-Win – Favorit Saya Tuk Pilpres 2009

June 5th, 2009
Comments Off
Sebenarnya saya tidak dalam kapasitas untuk bicara dalam hal masalah politik praktis terkait dengan Pilpres 2009. Namun dengan terpaksa saya harus sedikit bicara tentang Pilpres karena ada satu hal yang harus diketahui oleh khalayak ramai, khususnya kedekatan mereka berdua dalam bidang agama.  Pak JK, begitu dekatnya dengan dakwah, sehingga sejak sebelum jadi Wapres beliau sering [...]

prayudi Uncategorized

Membiayai Anak = Beban (?)

June 3rd, 2009
Comments Off

#1
Kemarin, saya bertemu dengan seorang kawan lama. Dari hasil ngobrol ngalor-ngidul, sampailah kami pada sebuah topik tentang “Sudah nambah anak belum?” Ketika saya balik bertanya, ia langsung merespon, “Nggak! Dua anak sudah cukup bagi kami.” Tanpa perlu ditanya lagi, ia melanjutkan, “Memang sih, setiap anak khan ada rezekinya. Untuk sampai melahirkan sih, biayanya ga seberapa. Tapi seterusnya itu lho, khan biaya makin banyak” Duh, miris sekali mendengarnya. Ia mencontohkan, ketika kedua anaknya masuk TK, biaya sekolahnya sampai X ribuan. Yach, karena juga sama-sama ortu, saya malah menimpali, “anak saya, di baby school, malah Y rupiah per bulan.” Terkesan sombong ya, tapi saya cuma ingin menunjukkan bahwa saya juga paham bahwa “menyekolahkan anak = mbayar” Hehehe…

Saya tiba-tiba teringat dengan salah satu post di sebuah milis yang intinya menceritakan kesusahan seorang bapak yang ditolak bank ketika mau meminjam uang untuk sekolah anaknya. Hmm… sebegitu susahkah membiayai sekolah anak?

#2
Di penghujung tahun 2008, ketika sedang antri customer service sebuah bank, saya tertarik dengan kata-kata bijak, “Kerja keras tidak berarti kaya” dan “Kebodohan pangkal kemiskinan“. Anda tahu dimana kira2 kata-kata bijak tersebut dipasang? Ya, di meja “financial advisor” :) Akhirnya, sembari nunggu CS, saya iseng-iseng bertanya ke financial advisor; dari sekian banyak hal yang disampaikan, satu hal yang sangat saya ingat, “kenaikan biaya pendidikan melebihi kenaikan biaya hidup“. Contoh simpel saja, zaman doeloe, untuk daftar ulang ke SMUN terfavorit di kota, bapak saya mengeluarkan biaya sekitar Rp150.000; dah termasuk seragam lho. Hari gini, biaya masuk SMU sudah bukan lagi kisaran ratusan ribu, tapi dah masuk jutaan.

#3
Saya mencoba mengingat-ingat masa lalu. Saat ini, saya adalah ibu sekaligus anak; untuk biaya sekolah S2, saya sudah tidak minta lagi ke ortu. Tapi, doeloe, sejak SD sampai kuliah S1, biaya sekolah ditanggung penuh oleh bapak. Alhamdulillah, karena bukan anak gedongan, jadi saya sedikit mengetahui kerepotan bapak agar bisa membayar tagihan on time; malu lah kalo nunggak. Alhamdulillah bapak termasuk orang yang sangat mendukung agar anak-anaknya bisa sekolah tinggi, bahkan harus melebihi jenjang pendidikan bapak. Prinsipnya sederhana: “masa’ kualitas anak hanya sederajat dengan bapaknya?” Tentu, kadang-kadang bapak juga bilang terus terang, bahwa kondisi keuangan keluarga sedang begini begitu; tetapi tidak pernah sekalipun keluar pertanyaan kenapa biaya sekolah mahal, atau penyesalan karena “terlanjur” menyekolahkan anak-anaknya.

Saya juga teringat bagaimana ketika dulu bapak tidak membolehkan saya mengurus beasiswa (kecil-kecilan sih) sewaktu kuliah S1. Penyebabnya sepele: sewaktu semester 2 apply beasiswa, saya ditolak. Padahal untuk apply tersebut, bapak harus mengurus surat2 ke kelurahan. Pikir bapak saya, “sudah repot2 ngurus, eh ga ditrima. Ya sudah, ga usah ngurus lagi, toh bapak masih sanggup mbayari kuliah!” Hehehe…

Saya jadi membayangkan (flash back) bagaimana jika dulu bapak sempat mengeluh terang-terangan kepada saya, “Lihat, Nak! Bapak sudah mengeluarkan duit sekian banyak buat sekolah kamu. Sekolah itu mahal bla bla. Kamu itu cuma menghabiskan duit bla bla. Lebih baik duitnya buat beli ini itu bla bla”. Dengan mencoba berempati, -sebagai anak- saya terus terang merasa sedih jika benar-benar mendengar keluhan semacam ini. Down..ill feel…desperate…

Banyak hikmah dari banyak kejadian ini:
1. Secara umum, biaya sekolah formal memang mahal, dan tetap akan terus naik. Justru di sinilah peran “kecerdasan finansial” orang tua: mau siap-siap atau cuma berdiam diri? Kalau mau siap-siap, ya menabunglah sejak anak masih kecil; toh di sekitar kita, marak investasi berjenis “tabungan pendidikan”, baik disediakan bank, asuransi, dll. Yang penting diingat: tidak ada jaminan bahwa kita akan berumur tua, selalu sehat, atau selalu berkecukupan.

2. Penghargaan atas kerja keras ortu (& sekaligus uang yang didapat) tidak harus diajarkan dalam bentuk “keluhan” atas besarnya anggaran untuk anak. Anak juga punya hati dan emosi. Kalau bukan orang tua yang menanggung, lalu siapa lagi? Minta ke nenek? Atau apa kita harus menyuruh anak untuk bekerja dalam usia dini? Atau ga usah punya anak sekalian, agar kita ga usah ngeluarin duit? Saya masih ingat perkataan seorang dokter anak, “Serepot-repotnya orang punya anak, orang yang enggak punya anak jauh lebih repot!”.

3. Sejatinya, anak bukan hanya butuh biaya sekolah, tapi juga butuh (anggaran) untuk makan, pakaian, mainan, dsb. Secara umum, tujuan utama orang bekerja khan peningkatan kualitas hidup; kalau sudah enggak ada persiapan dana sekolah (biasanya ini paling besar), ya jangan memaksakan diri untuk mencari sekolah yang “bergengsi”.

4. Anak adalah amanah dari Allah, jadi bukan beban yang memberatkan. Toh semua orang tahu bahwa anak juga memberi banyak kepada kita dan rumah kita! Kelak, kita akan ditanya oleh Sang Khaliq tentang perlakuan kita terhadap mereka. Pun, kita hanya bisa berencana, entah nanti taqdirnya gimana, kita khan belum tahu kalau belum terjadi. Justru kalau kita bersikap “membatasi” rizki dan berburuk sangka kepada Allah (dengan menganggap gaji kita hanya mampu membiayai 2 anak), maka bisa jadi seberapapun penghasilan, ya ujung-ujungnya cuma bisa untuk itu saja. Berhati-hatilah dengan tipuan dunia! WaLlahu a’lam.

nnur Smart Parents

Prita Mulyasari

June 3rd, 2009
Comments Off
UU ITE rupanya mulai memakan korban, tapi haruskah korban itu bernama Ibu Prita Mulyasari ? Kisah tragis Prita ini dimulai ketika Prita menulis keluhannya lewat email ke sejumlah rekannya pada medio Agustus 2008 setelah komplainnya kepada pihak RS tidak mendapat respons memuaskan. Isinya kekesalan Prita pada pelayanan RS Omni yang telah dianggapnya telah membohonginya dengan [...]

prayudi Humanity

Good to Great: Level 5 Leadership

May 31st, 2009
Comments Off
Sebenarnya sudah lebih dari tiga tahun saya baca buku Good to Great, karya Jim Collins yang sukses dengan bukunya yang lain, Built to Last.  Hanya saja, ketika dalam banyak kesempatan Pak Luthfi, guru dan senior saya yang sekarang menjadi Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII banyak menyinggung dalam banyak kesempatan, saya terusik untuk membaca ulang. [...]

Fathul Wahid Manajemen Perguruan Tinggi, Uneg-uneg

Bad Behavior has blocked 123 access attempts in the last 7 days.